Perjalanan Saya Menjadi Chief Executive Officer di PT Nukari Kriya Raya

Perjalanan Saya Menjadi CEO di PT Nukari Kriya Raya

Menjadi seorang CEO bukanlah sesuatu yang pernah saya rencanakan sebelumnya, terlebih lagi di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang lingkungan, daur ulang, dan pengembangan komunitas seperti PT Nukari Kriya Raya.

Jika ada yang bertanya kepada saya beberapa tahun lalu apakah saya akan berada di posisi ini hari ini, kemungkinan besar saya akan menjawab tidak.

Karena semua ini benar-benar dimulai dari sebuah kunjungan biasa.

Pertama Kali Saya Mengenal Nukari

Awal mula saya mengenal Nukari sebenarnya sangat sederhana. Saat itu saya diajak jalan-jalan oleh Hendra, yang juga masih saudara saya, ke sebuah workshop di kawasan Serangan.

Pada saat pertama kali datang, saya bahkan tidak tahu bahwa tempat itu adalah sebuah perusahaan.

Ada beberapa alasan mengapa saya berpikir demikian:

  • Lokasi yang mereka tempati berada di area milik Kura Kura Bali atau PT BTID.
  • Tempatnya sangat unik, karena terdapat bangunan kontainer bertingkat dengan desain yang menarik.
  • Di sebelah bangunan tersebut terdapat area seperti gudang tempat pengolahan plastik dilakukan.
  • Jumlah orangnya sedikit dan saat itu belum terlihat seperti perusahaan formal pada umumnya.

Saat itu saya diperkenalkan kepada Pak Patut dan Pak Henu. Itulah pertama kalinya saya datang ke tempat tersebut.

Jujur saja, saat itu saya tidak pernah membayangkan bahwa tempat itu nantinya akan menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup saya.

Pertemuan Kedua yang Mengubah Cara Pandang Saya

Waktu terus berjalan.

Pada suatu momen, saya kembali diajak oleh Hendra untuk ikut berpartisipasi dalam sebuah event festival di desa kami bersama Wialya. Pertemuan itu membawa saya kembali ke tempat yang sama.

Namun kali ini berbeda.

Tujuan kami adalah meeting di ruangan kontainer yang sebelumnya saya lihat sebagai bangunan unik itu.

Di sanalah untuk kedua kalinya saya mulai berkomunikasi lebih dekat dengan Pak Henu.

Seiring berjalannya waktu, komunikasi kami mulai lebih akrab.

Festival yang kami rancang bersama enam orang, termasuk Pak Henu, akhirnya berjalan sukses. Bahkan bisa dikatakan sangat sukses.

Sebenarnya, pada awal prosesnya ada banyak keraguan dan bahkan terasa hampir mustahil untuk membuat acara tersebut berhasil sebesar itu.

Namun justru dari situ saya mulai melihat sesuatu yang berbeda. Saya melihat semangat, visi, dan keinginan besar dari orang-orang di dalamnya untuk benar-benar membangun sesuatu.

Pertemuan yang Tidak Pernah Saya Duga

Sekitar satu hingga dua tahun berlalu, saya kembali bertemu dengan Pak Henu dalam sebuah project mengenai kuesioner sampah di desa kami.

Project tersebut berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

Namun ada satu hal yang tidak pernah saya sangka terjadi.

Pada suatu hari, Pak Henu mengajak saya berbicara serius mengenai Nukari.

Jujur, saat itu sama sekali tidak terlintas di pikiran saya bahwa pembicaraan kami akan mengarah ke sana.

Beliau mengatakan bahwa beliau ingin saya membantu mengembangkan Nukari.

Bukan hanya untuk perusahaan itu sendiri, tetapi juga karena beliau memiliki harapan besar agar masyarakat di desa kami bisa berkembang, memiliki relasi bisnis, dan memiliki peluang lebih luas bersama Kura Kura Bali.

Saat itu saya tidak langsung memberikan jawaban apa pun.

Bahkan sebenarnya saya benar-benar tidak pernah membayangkan diri saya terlibat di dalam Nukari, komunitas mereka, atau aktivitas perusahaan tersebut.

Ajakan yang Terus Datang

Beberapa waktu kemudian saya kembali diundang untuk membahas project kuesioner sampah tadi.

Namun di pertemuan itu, Pak Henu kembali mengajak saya untuk bergabung.

Saya masih ingat salah satu pembicaraan beliau yang cukup membekas.

Beliau mengatakan bahwa beliau sangat berharap saya bisa mengatakan “iya”. Bahkan jika saya tidak bisa bergabung, beliau berharap saya dapat membantu mencarikan orang yang memiliki karakter dan pola pikir seperti saya.

Saat itu saya menjawab dengan jujur:

“Saya akan pikirkan dulu. Saya tidak bisa menjawab langsung hari ini.”

Percakapan kami berlangsung sangat panjang.

Salah satu pertanyaan penting yang saya tanyakan saat itu adalah apakah tim Nukari lainnya juga mengetahui rencana ini, dan apakah mereka juga benar-benar ingin saya bergabung.

Pak Henu menjelaskan bahwa saat itu beliau baru berdiskusi dengan Pak Patut.

Dari situlah saya meminta sesuatu yang menurut saya penting.

Saya meminta agar PT Nukari Kriya Raya mengirimkan surat resmi kepada saya apabila mereka memang serius ingin mengajak saya bergabung.

Dan beberapa hari kemudian, surat itu benar-benar dikirimkan kepada saya.

Keputusan Besar Dalam Hidup Saya

Saya membalas surat tersebut tanpa langsung mengatakan bahwa saya bersedia bergabung.

Namun saya akhirnya menghadiri undangan meeting berikutnya.

Di meeting itu, ada satu hal yang menjadi perhatian utama saya.

Saya meminta fleksibilitas waktu.

Karena saya juga memiliki bisnis dan banyak aktivitas serta tanggung jawab lain di luar Nukari.

Bagi saya, fleksibilitas adalah hal penting apabila saya benar-benar ingin membantu membangun sesuatu secara serius.

Di meeting itu juga sempat dibahas mengenai gaji.

Mereka mengatakan akan memberikan saya gaji yang tidak terlalu tinggi, namun juga tidak terlalu rendah.

Dan jawaban saya saat itu cukup sederhana.

Saya mengatakan bahwa soal gaji bersifat fleksibel.

Karena saya tahu kondisi Nukari belum seperti perusahaan besar pada umumnya.

Mereka masih dalam tahap berkembang. Bisa dikatakan sebagai perusahaan rintisan, walaupun sebenarnya komunitas dan perjalanannya sudah cukup panjang hingga akhirnya berbentuk perseroan resmi.

Dan dari situlah perjalanan saya di PT Nukari Kriya Raya benar-benar dimulai.

Bukan Tentang Jabatan

Bagi saya pribadi, menjadi CEO bukan hanya soal jabatan.

Ini tentang tanggung jawab.

Tentang bagaimana membangun sistem, membangun manusia, membangun pola pikir, dan menciptakan masa depan yang lebih baik bersama-sama.

Saya percaya bahwa sebuah perusahaan tidak dibangun hanya dengan modal uang.

Tetapi juga dengan visi, kepercayaan, konsistensi, dan orang-orang yang memiliki keinginan untuk terus berkembang.

Dan sampai hari ini, perjalanan itu masih terus berjalan.







Posting Komentar

0 Komentar